SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI ATLET PON HOCKEY KONTINGEN JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE AHP DAN PROMETHEE
ABSTRAK
Nugroho, Afif Setyo. 2016. Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Atlet PON Hockey Kontingen Jawa Tengah Menggunakan Metode AHP dan Promethee. Skripsi, Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Endang Sugiharti, S.Si.,M.Kom. dan Pembimbing Pendukung Alamsyah, S.Si., M.Kom. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Analitical Hierarchy Process (AHP), Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee). Hockey merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam pekan olahraga nasional (PON). Dalam proses seleksi atlet hockey kontingen Jawa Tengah melibatkan banyak kriteria yang dinilai, sehingga dalam penyeleksiannya diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan multikriteria untuk hasil yang lebih objektif. Metode yang digunakan pada sistem pendukung keputusan seleksi atlet hockey kontingen Jawa Tengah adalah kombinasi metode AHP dan metode Promethee. Metode AHP digunakan dalam pembobotan kriteria dan uji konsistensi terhadap matriks perbandingan berpasangan, sedangkan metode Promethee digunakan untuk melakukan perankingan dalam penentuan alternatif terbaik. Tujuan penelitian adalah mengetahui perancangan dan membangun sistem pendukung keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah menggunakan kombinasi metode AHP dan Promethee, serta mengetahui hasil implementasi kombinasi metode AHP dan Promethee sistem pendukung keputusan Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai keluaran sebuah ranking atlet hockey dari nilai net flow tertinggi ke nilai net flow terendah. Dari hasil perankingan dengan tersebut, diperoleh bahwa atlet hockey laki-laki yang memiliki nilai tertinggi yaitu atlet dengan kode A3 dengan nilai 0.564 dan atlet hockey perempuan yang memiliki nilai tertinggi yaitu atlet dengan kode A23 dengan nilai 0.172, sehingga atlet tersebut merupakan rekomendasi atlet yang terpilih masuk dalam tim hockey kontingen Jawa tengah. Simpulan yang diperoleh adalah perancangan sistem pendukung keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah menggunakan metode AHP dan Promethee dibuat berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahap pengumpulan data, selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk membuat desain sistem; dan implementasi metode AHP dan metode Promethee pada sistem pendukung keputusan seleksi atlet hockey ini dapat menentukan bobot kriteria yang konsisten dan memberikan alternatif atlet dengan nilai tertinggi terpilih masuk dalam tim hockey kontingen Jawa tengah. Saran yang diperoleh, sistem ini dapat dikembangkan dengan menambahkan bilangan fuzzy, serta menambahkan kriteria lain yang mendukung seleksi atlet hockey.
Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi semakin meluas dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering dihadapkan masalah tentang pengambil keputusan. Besar atau kecilnya resiko yang ditimbulkan sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Pada masa kini, banyak manusia sudah tidak lagi mencari-cari sendiri alternatif untuk dijadikan keputusan, melainkan menggunakan sistem pendukung keputusan. Bahkan di dunia olahraga pun para pelaku olahraga sering dihadapkan masalah pengambil keputusan. Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran fisik seseorang. Banyak sekali jenis olahraga yang dapat dilakukan seseorang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Berbagai macam olahraga mulai dikembangkan dan dimasyaratkan di Indonesia, salah satunya adalah hockey. Hockey adalah satu permainan yang hampir sama dengan olahraga sepakbola yaitu dimainkan 2 tim yang tiap-tiap tim terdiri dari 11 orang pemain, dan dimainkan di lapangan yang ukurannya hampir sama. Tujuan dari permainan hockey adalah untuk memasukan bola ke gawang lawan, pukulan bola hanya boleh menggunakan stick hockey, tidak boleh ditendang, dilempar atau dilambungkan dengan anggota badan (Carl , 1996: 2). Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pesta olahraga nasional di Indonesia yang diadakan setiap 4 tahun sekali dan diikuti seluruh Provinsi di Indonesia. Hockey merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam pekan olahraga nasional ini. Setiap Provinsi akan mengirimkan tim yang terbaik dalam event ini, begitu juga tim hockey Jawa Tengah harus mengirimkan perwakilannya yang terbaik untuk menjadi juara. Dalam hal ini peran pelatih sangat vital dalam menyeleksi atlet untuk mengisi tim inti hockey. Hal ini mengharuskan pelatih untuk teliti dalam melihat bakat seorang atlet dan menentukan posisi yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tidak hanya melihat faktor skill saja namun ada faktor lain yang menentukan seorang atlet dapat masuk dalam tim inti, salah satunya adalah mental. Mental merupakan salah satu faktor penting dalam pertandingan selain kemampuan teknis atau skill itu sendiri. Seorang atlet yang memeliki kemampuan di atas rata-rata namun mentalnya kurang dapat mengganggu performa tim saat bertanding. Oleh sebab itu atlet harus mempunyai mental yang baik dalam pertandingan sehingga setiap atlet dapat saling bekerjasama untuk meraih kemenangan. Dalam seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah proses seleksinya dinilai didasarkan penilaian pelatih yang meliputi hasil tes fisik dan tes praktik dalam bermain hockey serta tes pendukung lainnya. Proses penilaian tersebut masih dilakukan secara manual dan diimplementasikan dengan bantuan excel. Selain itu penilaian pelatih masih subjektif hal ini terjadi karena faktor kedekatan atlet dengan pelatih. Proses seleksi atlet hockey melibatkan banyak kriteria yang dinilai, sehingga dalam penyeleksiannya diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan multikriteria untuk hasil yang lebih objektif. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee) merupakan beberapa metode untuk menyelesaikan masalah Multi criteria Decision Making. Multi criteria decision making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapk an alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu atau multikriteria (kusumadewi et. al, 2006: 69). Metode AHP merupakan sebuah model dengan hirarki fungsional di mana inputnya adalah persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan kedalam kelompok-kelompoknya. Kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hirarki (Suryadi dan Ramdhani, 2002: 130). Metode AHP merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang komprehensif dan rasional untuk memberikan solusi terhadap masalah kriteria yang kompleks dalam berbagai alternatif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (Bernasconi et. al.,2013: 584–592). Metode Promethee adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria. Masalah pokoknya adalah kesederhanaan, kejelasan, dan stabilan (Suryadi dan Ramdani, 2002: 147). Metode Promethee dikenal sebagai metode yang efisien dan simple, serta diterapkan dibandingkan dengan metode lain untuk menuntaskan masalah multikriteria dan mengakomodir kriteria pemilihan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif (Purwantara, 2015: 1-7) Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah adalah kombinasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot nilai setiap kriteria dan menguji konsistensi perbandingannya sehingga mendapatkan nilai eigen yang digunakan di metode Promethee untuk perbandingan antar alternatif-alternatif sehingga menghasilkan nilai akhir yang menjadi acuan pengambil keputusan untuk mengetahui ranking atlet hockey. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dirancang suatu sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP dan Promethee yang diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan pelatih dalam seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah. Hal ini juga yang menjadi latar belakang peneliti dalam melakukan penelitian pada skripsi yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Atlet PON Hockey Kontingen Jawa Tengah Menggunakan Metode AHP dan Promethee”.
Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :
DOWNLOAD JURNAL
Kata Kunci : Jurnal Algoritma JSTEG , sistem pakar, Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.