Mantan Sarjana

Kumpulan Materi Dan Jurnal

JURNAL KREATIVITAS BERBAHASA DALAM KAJIAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

 KREATIVITAS BERBAHASA DALAM KAJIAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI

MEDIA PEMBELAJARAN




Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pandangan kreativitas berbahasa, hal ini dianalisis melalui teori penelitian selanjutnya disandingkan kebahasaan dengan masa sekarang. Penelitian ini merumuskan bagaimana cara mengembangkan kreativitas berbahasa dalam kajian bahasa Indonesia sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberagaman makna, gaya bahasa, tata bahasa melalui kreativitas berbahasa dalam kajian bahasa Indonesia. Dapat diketahui bahwa kreativitas berbahasa mampu menambah pandangan, pemahaman, penjabaran, tolak ukur dari berbagai argumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yaitu pengumpulan data melalui studi pustaka dilakukan dengan menghimpun data-data yang relevan sesuai dengan konteks permasalahan yaitu mengembangkan kreativitas berbahasa dalam kajian Bahasa Indonesia.


LINK SEDOT JURNAL DISINI

Matematika Sistem Persamaan Linear

Sistem Persamaan Linear


Sistem persamaan linear adalah persamaan-persamaan linear yang dikorelasikan untuk membentuk suatu sistem. Sistem persamaannya bisa terdiri dari satu variabel, dua variabel atau lebih. Dalam bahasan ini, kita hanya membahas sistem persamaan linear dengan dua dan tiga variabel.




Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Vektor
Deret Aritmatika & Geometri
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)
Sistem persamaan linear dua variabel adalah sistem persamaan linear yang terdiri dari dua persamaan dimana masing-masing persamaan memiliki dua variabel. Contoh SPLDV dengan variabel x dan y:

\begin{cases}ax+by=c \\ px-qy=r \end{cases}



dimana a, b, c, p, q, dan r adalah bilangan-bilangan real.

Penyelesaian SPLDV

Penyelesaian SP:DV bertujuan untuk menentukan nilai yang memenuhi kedua persamaan yang ada pada SPLDV. Penyelesaian SPLDV terdapat beberapa cara, yaitu:

Metode grafik
Pada metode grafik ini, langkah-langkah yang dilakukan pertama adalah menentukan grafik garis dari masing-masing persamaan kemudian menentukan titik potong dari kedua garis. Titik potong dari kedua garis tersebut adalah penyelesaian dari SPLDV.

Contoh Soal:
Tentukah penyelesaian dari SPLDV berikut:

-x+y=1 
 x+y=5 

Jawab:
Langkah pertama tentukan garis dari masing-masing persamaan.




grafik sistem persamaan linear

Setelah diperoleh grafik dari kedua persamaan, sekarang menentukan titik potong dari kedua garis dan menentukan koordinat dari titik potong tesebut.





Dari grafik sistem persamaan linear diatas diperoleh titik potong dengan koordinat (2, 3), sehingga penyelesaian dari SPLDV adalah 2, 3.

Untuk membuktikan penyelesaian dari SPLDV, penyelesaian tersebut kita subtitusikan ke persamaan dengan x=2 dan y=3.

 -(2) + (3) = 1 
2+3=5

Pada metode grafik ini, terdapat beberapa jenis himpunan penyelesaian berdasarkan grafik persamaan, yaitu:

Jika kedua garis berpotongan, maka perpotonga kedua garis adalah penyelesaian dari SPLDV dan memiliki satu penyelesaian.
Jika kedua garis sejajar, maka SPLDV tidak memiliki penyelesaian
Jika kedua garis saling berhimpit, maka SPLDV memiliki tak berhingga himpunan penyelesaian.
Metode eliminasi
Pada metode eliminasi ini, menentukan penyelesaian dari variabel x dengan cara mengeliminasi variabel y, dan untuk menentukan penyelesaian variabel y dengan cara mengeliminasi variabel x.

Contoh Soal:
Tentukah penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel berikut:

-x +y=1 
cdots (I)
x+y=5  (II) 

Jawab:
Pertama menentukan penyelesaian dari variabel x.

Mengeliminasi variabel y dapat dilakukan dengan mengurangi persamaan I dengan persamaan II.

Diperoleh persamaan akhir -2x = -4, bagi kedua ruas dengan -2, diperoleh penyelesaian x=2.

Kedua menentukan penyelesaian dari variabel x

Mengeliminasi variabel x dapat dilakukan dengan menjumlahkan persamaan I dengan persamaan II.

Diperoleh persamaan akhir 2y=6, bagi kedua ruas dengan 2, diperoleh penyelesaian y=3

Sehingga himpunan penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (2, 3).

Metode substitusi
Pada metode substitusi, langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah salah satu persamaan menjadi persamaan fungsi, yaitu x sebagai fungsi dari y atau y sebagai fungsi dari x. Kemudian subtitusikan x atau y pada persamaan yang lain.

Contoh Soal:
Tentukah penyelesaian dari SPLDV berikut:

-x+y=1
cdots (I)
x+y=5
cdots (II)

Jawab:
Ubah persamaan (I) menjadi bentuk fungsi -x+y=1 dengan memindahkan variabel x ke ruas kanan menjadi y=1+x.

Kemudian persamaan fungsi y disubtitusikan pada persamaan (II), menjadi x+(1+x)=5. Diperoleh persamaan 2x+1=5 dan kurangi masing-masing ruas dengan 1, menjadi 2x-4. Kemudian bagi kedua ruas dengan 2 menjadi x=2. Hasil variabel x disubtitusikan pada salah satu persamaan awal, misal pada persamaan (I), menjadi -(2)=y=1, jadi y=1+2 atau y=3.

Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel nya adalah (2, 3).

Metode eliminasi-subtitusi
Metode ini adalah gabungan dari metode eliminasi dan subtitusi. Pertama eliminasi salah satu variabel, kemudian penyelesaian dari variabel yang diperoleh disubtitusikan pada salah satu persamaan.

Coba kerjakan soal di atas dengan menggunakan metode eliminasi-substitusi.

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
Sistem persamaan linear tiga variabel adalah sistem persamaan yang terdiri dari tiga persamaan dimana masing-masing persamaan memiliki tiga variabel. Contoh SPLTV dengan variabel x, y dan z:


a_1x_1+b_1y_1+c_1z_1=d_1
a_2x_2+b_2y_2+c_2z_2=d_2
a_3x_3+b_3y_3+c_3z_3=d_3

dimana a, b, c dan d adalah bilangan-bilangan real.

Pada SPLTV terdapat 2 cara penyelesaian, yaitu:

Metode Subtitusi
Langkah yang dilakukan pada metode ini yaitu:

Ubah salah satu persamaan yang ada pada sistem dan nyatakan x sebagai fungsi dari y dan z, atau y sebagai fungsi dari x dan z, atau z sebagai fungsi dari x dan y..
Subtitusikan fungsi x atau y atau z dari langkah pertama pada dua persamaan yang lain, sehingga diperoleh SPLDV.
Selesaikan SPLDV yang diperoleh dengan metode yang dibahas pada penyelesaian SPLDV di atas.
Contoh Soal:
Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear tiga variabel berikut:

x-2y+z=6 \cdots (I)
3x+y-2z=4  (II)
7x-6y-z=10 (III) 

Jawab:

Langkah pertama, nyatakan persamaan (I) menjadi fungsi dari x, yaitu: x-2y+z=6 \Rightarrow x=6+2y-z. Kemudian subtitusikan pada persamaan (II) dan (III), menjadi

Persamaan (II): 3(6+2y-z)+y-2z=4

Selesaikan, didapat: 7y-5z=-14 (IV)

Persamaan (III): 7(6+2y-z)-6y-z=10

Selesaikan, didapat: 8y-8z=-32 atau y-z=-4  (V).

Persamaan (IV) dan (V) membentuk SPLDV

Dari persamaan (V), y-z=-4 \Leftrightarrow y=z-4, kemudian disubtitusikan pada persamaan (IV), menjadi:

7(z-4)-5z=-14

7z-28-5z=-14

2z=14 \newline \newline z=7

Kemudian subtitusikan y=7 pada persamaan y=z-4 diperolehy=7-4 atau y=3.

Subtitusikan z=7 dan z=3 pada persamaan x=6+2y-z, menjadi x=6+2(3)-7, diperoleh x=5.

Sehingga himpunan penyelesaian adalah \{3, 5, 7 \}

Metode Eliminasi
Langkah penyelesaian pada metode eliminasi yaitu:

Eliminasi salah satu variabel sehingga diperoleh SPLDV
Selesaikan SPLDV yang diperoleh dengan langkah seperti pada penyelesaian SPLDV yang telah dibahas
Subtitusikan variabel yang telah diperoleh pada persamaan yang ada.
Sekarang coba kamu selesaikan contoh soal sistem persamaan linear tiga variabel di atas dengan menggunakan metode eliminasi!

SKRIPSI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT INFEKSI VIRUS PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT INFEKSI VIRUS PADA ANAK-ANAK MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID 



 Latar Belakang


Penyakit infeksi virus merupakan satu kumpulan jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang mudah menyerang anak-anak. Puskesmas Klaten Selatan mempunyai riwayat anak-anak yang menderita penyakit infeksi virus seperti cacar air,gondongan dan campak. Penyakit yang sering terjadi pada anak-anak disebabkan oleh virus sangat rentan, hal tersebut disebabkan oleh sistem imunitas yang ada didalam tubuh anak belum terbangun secara sempurna. Sistem pakar salah satu teknik kecerdasan buatan yang dapat menirukan proses penalaran manusia menawarkan hasil yang lebih spesifik untuk dimanfaatkan, karena sistem pakar berfungsi secara konsisten seperti seorang pakar manusia yang menawarkan nasihat kepada pemakai dan menemukan solusi terhadap berbagai macam permasalahan yang spesifik, termasuk juga dalam pemecahan masalah penyakit infeksi virus pada anak. Sistem pakar sekarang sudah menjadi hal yang mudah ditemukan, sistem yang dikembangkan beragam jenisnya bisa lewat media website ataupun mobile. Media mobile mempunyai kelebihan dalam pengaksesan data yang bersifat portable karena sudah menjadi satu kesatuan alat komunikasi. Sistem pakar yang sedang berkembang menggunakan perangkat mobile dengan meminta permintaan dari pengguna. Permintaan tersebut akan diproses dalam sistem kemudian hasilnya akan dikirim lagi ke pengguna dengan ditampilkan pada layar perangkat mobile. Diharapkan sistem yang berbasis android ini mampu memberikan informasi yang optimal dari sistem ini. Menurut Arhami (2005:113) backward chaining adalah suatu rantai yang di lintasi dari suatu hipotesis kembali ke fakta yang mendukung hipotesis tersebut cara lain menggambarkan backward  haining adalah dalam hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya. Backward chaining juga bisa diartikan sebagai penalaran yang dimulai dari level tertinggi membangun suatu hiotesis, turun ke fakta level paling bawah yang dapat mendukung hipotesa dinamakan dengan penalaran dari atas kebawah. Metode certainty factor merupakan suatu sistem yang berbasis komputerisasi yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Komponen sistem dapat diakses dengan mudah oleh user untuk memberikan dukungan pada pengambilan keputusan (Arhami, 2005:153). Di Puskesmas Klaten Selatan jumlah dokter hanya ada empat yang. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan alat bantu berupa sistem pakar. Dokter spesialis anak berperan sebagai seorang pakar yang nantinya bisa membantu meringankan masalah tentang penyakit virus pada anak. Mendeteksi gejala secara manual tentang apa yang dirasakan pasien akan memakan waktu yang lama. Dokter tidak hanya mengetahui penyebab penyakit tetapi yang penting adalah mengetahui dengan cepat penyakit yang diderita serta penanggulangannya, agar penyakit yang diderita oleh anak tidak berdampak dan dapat segera di obati. Penggunaan sistem pakar diharapkan dapat mempercepat dalam mendiagnosa suatu jenis penyakit infeksi virus pada anak, sehingga dapat dengan mudah diketahui jenis penyakit yang sedang menjangkit tersebut. Dalam menyelesaikan sistem pakar dapat digunakan beberapa metode, namun dalam penerapan sistem diagnosa infeksi virus pada anak ini penulis menggunakan metode backward chaining dan certainty factor. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti ingin membahas dan mencari solusi dalam membangun sistem pakar ini melalui penelitian skripsi dengan judul “ Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Infeksi Virus Pada Anak-Anak Menggunakan Metode Backward Chaining Dan Certainty Factor Berbasis Android”.

Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :

DOWNLOAD JURNAL




Kata Kunci : Jurnal Algoritma JSTEG , sistem pakar, Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.

SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI ATLET PON HOCKEY KONTINGEN JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE AHP DAN PROMETHEE

SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI ATLET PON HOCKEY KONTINGEN JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE AHP DAN PROMETHEE




 ABSTRAK

Nugroho, Afif Setyo. 2016. Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Atlet PON Hockey Kontingen Jawa Tengah Menggunakan Metode AHP dan Promethee. Skripsi, Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Endang Sugiharti, S.Si.,M.Kom. dan Pembimbing Pendukung Alamsyah, S.Si., M.Kom. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Analitical Hierarchy Process (AHP), Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee). Hockey merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam pekan olahraga nasional (PON). Dalam proses seleksi atlet hockey kontingen Jawa Tengah melibatkan banyak kriteria yang dinilai, sehingga dalam penyeleksiannya diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan multikriteria untuk hasil yang lebih objektif. Metode yang digunakan pada sistem pendukung keputusan seleksi atlet hockey kontingen Jawa Tengah adalah kombinasi metode AHP dan metode Promethee. Metode AHP digunakan dalam pembobotan kriteria dan uji konsistensi terhadap matriks perbandingan berpasangan, sedangkan metode Promethee digunakan untuk melakukan perankingan dalam penentuan alternatif terbaik. Tujuan penelitian adalah mengetahui perancangan dan membangun sistem pendukung keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah menggunakan kombinasi metode AHP dan Promethee, serta mengetahui hasil implementasi kombinasi metode AHP dan Promethee sistem pendukung keputusan Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai keluaran sebuah ranking atlet hockey dari nilai net flow tertinggi ke nilai net flow terendah. Dari hasil perankingan dengan tersebut, diperoleh bahwa atlet hockey laki-laki yang memiliki nilai tertinggi yaitu atlet dengan kode A3 dengan nilai 0.564 dan atlet hockey perempuan yang memiliki nilai tertinggi yaitu atlet dengan kode A23 dengan nilai 0.172, sehingga atlet tersebut merupakan rekomendasi atlet yang terpilih masuk dalam tim hockey kontingen Jawa tengah. Simpulan yang diperoleh adalah perancangan sistem pendukung keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah menggunakan metode AHP dan Promethee dibuat berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahap pengumpulan data, selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk membuat desain sistem; dan implementasi metode AHP dan metode Promethee pada sistem pendukung keputusan seleksi atlet hockey ini dapat menentukan bobot kriteria yang konsisten dan memberikan alternatif atlet dengan nilai tertinggi terpilih masuk dalam tim hockey kontingen Jawa tengah. Saran yang diperoleh, sistem ini dapat dikembangkan dengan menambahkan bilangan fuzzy, serta menambahkan kriteria lain yang mendukung seleksi atlet hockey.


Latar Belakang

Kemajuan teknologi informasi semakin meluas dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering dihadapkan masalah tentang pengambil keputusan. Besar atau kecilnya resiko yang ditimbulkan sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Pada masa kini, banyak manusia sudah tidak lagi mencari-cari sendiri alternatif untuk dijadikan keputusan, melainkan menggunakan sistem pendukung keputusan. Bahkan di dunia olahraga pun para pelaku olahraga sering dihadapkan masalah pengambil keputusan. Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran fisik seseorang. Banyak sekali jenis olahraga yang dapat dilakukan seseorang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Berbagai macam olahraga mulai dikembangkan dan dimasyaratkan di Indonesia, salah satunya adalah hockey. Hockey adalah satu permainan yang hampir sama dengan olahraga sepakbola yaitu dimainkan 2 tim yang tiap-tiap tim terdiri dari 11 orang pemain, dan dimainkan di lapangan yang ukurannya hampir sama. Tujuan dari permainan hockey adalah untuk memasukan bola ke gawang lawan, pukulan bola hanya boleh menggunakan stick hockey, tidak boleh ditendang, dilempar atau dilambungkan dengan anggota badan (Carl , 1996: 2). Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pesta olahraga nasional di Indonesia yang diadakan setiap 4 tahun sekali dan diikuti seluruh Provinsi di Indonesia. Hockey merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam pekan olahraga nasional ini. Setiap Provinsi akan mengirimkan tim yang terbaik dalam event ini, begitu juga tim hockey Jawa Tengah harus mengirimkan perwakilannya yang terbaik untuk menjadi juara. Dalam hal ini peran pelatih sangat vital dalam menyeleksi atlet untuk mengisi tim inti hockey. Hal ini mengharuskan pelatih untuk teliti dalam melihat bakat seorang atlet dan menentukan posisi yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tidak hanya melihat faktor skill saja namun ada faktor lain yang menentukan seorang atlet dapat masuk dalam tim inti, salah satunya adalah mental. Mental merupakan salah satu faktor penting dalam pertandingan selain kemampuan teknis atau skill itu sendiri. Seorang atlet yang memeliki kemampuan di atas rata-rata namun mentalnya kurang dapat mengganggu performa tim saat bertanding. Oleh sebab itu atlet harus mempunyai mental yang baik dalam pertandingan sehingga setiap atlet dapat saling bekerjasama untuk meraih kemenangan. Dalam seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah proses seleksinya dinilai didasarkan penilaian pelatih yang meliputi hasil tes fisik dan tes praktik dalam bermain hockey serta tes pendukung lainnya. Proses penilaian tersebut masih dilakukan secara manual dan diimplementasikan dengan bantuan excel. Selain itu penilaian pelatih masih subjektif hal ini terjadi karena faktor kedekatan atlet dengan pelatih. Proses seleksi atlet hockey melibatkan banyak kriteria yang dinilai, sehingga dalam penyeleksiannya diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan multikriteria untuk hasil yang lebih objektif. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee) merupakan beberapa metode untuk menyelesaikan masalah Multi criteria Decision Making. Multi criteria decision making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapk an alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu atau multikriteria (kusumadewi et. al, 2006: 69). Metode AHP merupakan sebuah model dengan hirarki fungsional di mana inputnya adalah persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan kedalam kelompok-kelompoknya. Kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hirarki (Suryadi dan Ramdhani, 2002: 130). Metode AHP merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang komprehensif dan rasional untuk memberikan solusi terhadap masalah kriteria yang kompleks dalam berbagai alternatif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (Bernasconi et. al.,2013: 584–592). Metode Promethee adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria. Masalah pokoknya adalah kesederhanaan, kejelasan, dan stabilan (Suryadi dan Ramdani, 2002: 147). Metode Promethee dikenal sebagai metode yang efisien dan simple, serta diterapkan dibandingkan dengan metode lain untuk menuntaskan masalah multikriteria dan mengakomodir kriteria pemilihan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif (Purwantara, 2015: 1-7) Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah adalah kombinasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan Preference Ranking Organization Methode for Enrichment Evaluation (Promethee). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot nilai setiap kriteria dan menguji konsistensi perbandingannya sehingga mendapatkan nilai eigen yang digunakan di metode Promethee untuk perbandingan antar alternatif-alternatif sehingga menghasilkan nilai akhir yang menjadi acuan pengambil keputusan untuk mengetahui ranking atlet hockey. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dirancang suatu sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP dan Promethee yang diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan pelatih dalam seleksi atlet PON hockey kontingen Jawa Tengah. Hal ini juga yang menjadi latar belakang peneliti dalam melakukan penelitian pada skripsi yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Atlet PON Hockey Kontingen Jawa Tengah Menggunakan Metode AHP dan Promethee”.


Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :


DOWNLOAD JURNAL




Kata Kunci : Jurnal Algoritma JSTEG , sistem pakar, Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.

Jurnal Persepsi Kualitas Pendidikan, Fasilitas, dan Staf Pengajar di Fakultas Ekonomi

Persepsi Kualitas Pendidikan, Fasilitas, dan Staf Pengajar di

Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Surabaya


Fifi Gunawan, Yuanita Dewi

Alumni Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen,Universitas Kristen Petra, Surabaya

Bambang Haryadi, Soekarno, Richard Llewelyn

Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Kristen Petra, Surabaya


ABSTRAK

Penelitian ini menganalisa perubahan persepsi yang terjadi sebelum dan sesudah masuk kuliah terhadap kualitas pendidikan, fasilitas, dan staf pengajar di Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra. Hasil yang ditemukan dengan menggunakan analisa uji-t dua sample, menunjukkan bahwa semua angkatan mengalami penurunan besar dalam persepsi terhadap para staf pengajar, terutama karena ketidaktepatan waktu dalam mengajar, tetapi juga karena staf pengajar kurang menghargai mahasiswa dan juga tidak mengajar dengan cara yang mudah diterima. Mahasiswa dari angkatan lama mengalami perubahan persepsi yang positif terhadap fasilitas dan tidak mengalami perubahan dalam persepsinya terhadap kualitas pendidikan sedangkan mahasiswa dari angkatan baru mengalami penurunan persepsi terhadap kualitas pendidikan serta fasilitas. Seluruh hasil menunjukkan pentingnya mengutamakan sumber daya manusia dan bukan hanya fasilitas dan sarana fisik.

Kata kunci: perubahan persepsi, kualitas pendidikan, fasilitas, staf pengajar.




Link Sedot Disini

Back To Top